TEKS DESKRIPSI

Bahasa Indonesia Kelas VII

Pernah mendengar atau membaca cerita yang menggambarkan keindahan suatu tempat? Akibat mendengar atau membacanya, kamu sampai bisa membayangkan atau seolah-olah berada di tempat indah itu. Pernahkah kamu curhat dengan menggambarkan tingkah laku seseorang sedetail-detailnya? Bisa menggambarkan detail mulai dari gaya fashionnya, ciri fisiknya, gaya bicaranya, kebisaannya….? Nah! Ternyata, kita sudah sering menggunakan deskripsi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, seringkali tidak bisa menjelaskan secara teori tentang apa itu Teks Deskripsi. Kalau begitu, yuk kita sinau bareng tentang teks deskripsi!

PENGERTIAN TEKS DESKRIPSI

Dikutip dari https://kbbi.web.id, kata deskripsi memiliki arti memaparkan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci sedangkan kata mendeskripsikan berarti  memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Kata Teks memiliki arti 1) naskah yang berupa a kata-kata asli dari pengarang; 2) kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; 3) bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya.

Dengan demikian, teks deskripsi adalah teks yang memaparkan atau menggambarkan objek dengan penjelasan yang terinci. Lalu, objek apa saja yang bisa dideskripsikan? Semua hal bisa dibuat menjadi Teks Deskripsi, mulai dari makhluk hidup seperti binatang peliharaan, sahabat terbaik, dan lain-lain. Kita juga bisa mendeskripsikan benda tak hidup, misalnya tempat favorit, hobi, makanan favorit, dan sebagainya.

Tujuan teks ini adalah membuat pembaca atau pendengar seolah-olah bisa melihat, merasakan, menyentuh, menikmati, atau mengalami sendiri objek yang sedang dibicarakan. Jika pembaca atau pendengar berhasil mengalami hal tersebut hanya dengan membaca atau mendengar Teks Deskripsi, berarti penulis berhasil menyampikan gagasan teks deskripsinya.

CIRI-CIRI TEKS DESKRIPSI

Teks deskripsi memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan jenis teks lainnya. Ciri-ciri ini dibedakan menjadi 3 berdasarkan tujuan, objek yang dideskripsikan, dan isi teksnya.

  1. Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis. Penulis harus menggambarkan sesuatu serinci dan sejelas mungkin terhadap semua bagian-bagian objek yang dideskripsikan (misalnya bentuknya, warnanya, ukurannya, suasananya, sifatnya, semua hal tentang objek itu) agar pembaca atau pendengar bisa seolah-olah melihat, merasakan, mendengar, dan mengalami yang dideskripsikan. Yang dimaksud dengan secara subjektif yaitu perbedaan cara berpikir, sikap, dan selera seseorang sehingga penilaian atau perasaan terhadap sesuatu tidak netral. Bisa saja seorang Penulis A mengungkapkan keindahan suatu pantai. Namun dari sudut pandang Penulis B, bisa jadi dia merasa pantai yang dideskripsikan Penulis A biasa saja karena menurut Penulis B ada pantai lain yang lebih indah.
  2. Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Contohnya, kita akan mendeskripsikan binatang peliharaan kita yaitu seekor kucing. Kucing yang kita pelihara kemungkinan memiliki ciri dan sifat yang berbeda dengan kucing peliharaan orang lain. Contoh lain, saat kita mendeskripsikan Ayah atau Ibu kita, pasti ciri fisik, sifat, kebiasaannya, akan berbeda dengan Ayah dan Ibu orang lain. Munculnya sifat khusus ini berkaitan dengan subjektifnya penulis pada ciri nomor satu.
  3. Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek. Misalnya kita akan mendeskripsikan kamar kita sendiri. Maka harus detail di setiap bagiannya. Mulai dari pintunya, dindingnya, ukuran kamarnya, warnanya, fasilitas yang ada di kamarnya, suasananya, dan lain-lain.
  4. Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret. Maksudnya, misalnya kita mau ingin menggambarkan bahwa sebuah pantai sangat indah. Sangat indah ini harus dikonkretkan seperti apa. Misalnya, indahnya adalah Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye).
  5. Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh)

Selain ciri-ciri di atas, teks deskripsi juga memiliki ciri-ciri dari segi penggunaan bahasa, yaitu:

  1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengonkretkan (warna dirinci merah, kuning, hijau)
  2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang yang sangat baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
  3. Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan dengan sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai, molek, mengagumkan, memukau, menakjubkan)
  4. Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret (pasir pantai lembut seperti bedak bayi, hamparan laut biru toska seperti permadani indah yang terbentang luas, angin pantai dengan lembut mengelus wajah kita)
  5. Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda)
  6. Menggunakan bahasa yang bisa membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan
  7. Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang (Kucingku, Ibuku, memasuki wisata ini Anda akan disambut)

STRUKTUR TEKS DESKRIPSI

Ibarat membangun sebuah rumah, dibutuhkan berbagai material. Ada bentuk yang dibuat oleh arsitek dan bentuk tersebut diwujudkan oleh para tukang dengan menyusun berbagai material. Ada pondasi, lantai, tiang, dinding, dan atap. Begitu pula dengan sebuah teks, ada struktur yang membangunnya. Berikut ini adalah struktur teks deskripsi.

  1. Judul: Sebuah teks perlu diberikan judul. Judul dibuat singkat dan memiliki daya tarik agar orang mau membacanya.
  2. Identifikasi: Berisi nama objek yang dideskripsikan, lokasi, sejarah lahirnya, makna nama, pernyataan umum tentang objek. bagian ini untuk menentukan identitas dari objek, benda, atau orang yang akan dideskripsikan. Jika yang dideskripsikan adalah suatu tempat, maka identitasnya memuat nama objek, lokasi, dan gambaran umum objek tersebut. Jika identitasnya adalah seseorang, maka identitasnya memuat nama orang, status hubungan, dan gambaran umumnya. Jika yang dideskripsikan adalah makanan favorit, maka identitasnya adalah nama makanan, asal makanan, dan gambaran umum makanan tersebut.
  3. Klasifikasi (opsional): dalam bagian ini, penulis dapat mengelompokkan atau menggolongkan topik pembahasan. Tujuannya agar penulis lebih mudah menjabarkan gagasan yang ingin disampaikan. Unsur ini tidak harus ada dalam teks deskripsi.
  4. Deskripsi bagian: Berisi perincian bagian objek tetapi diperinci berdasarkan tanggapan subjektif penulis. Perincian dapat berisi apa yang dilihat (bagian-bagiannya, komposisi warna, seperti apa objek yang dilihat menurut kesan penulis). Perincian juga dapat berisi perincian apa yang didengar (mendengar suara apa saja, seperti apa suara-suara itu/penulis membandingkan dengan apa). Perincian juga dapat berisi apa yang dirasakan penulis dengan mengamati objek.. Misalnya jika mendeskripsikan makanan, harus rinci bagaimana wujudnya, penampilan penyajiannya ada apa saja, barunya bagaimana, rasanya seperti apa, dan lain sebagainya.
  5. Penutup atau Simpulan: pada bagian ini, biasanya berisi kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Misalnya, kita sudah mendeskripsikan makanan, lalu di akhir, menurut kita, makanan ini enak atau tidak, recomended atau tidak, bahkan pesan atau saran kepada pembaca. 

JENIS-JENIS DAN CONTOH TEKS DESKRIPSI

Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu:

  1. teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks
  2. teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).

Ditinjau dari isi teksnya, teks deskripsi dibedakan lagi menjadi beberapa jenis

  1. Deskripsi Subjektif: teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis tersebut. Terdapat tambahan opini/pendapat penulis tentang apa yang dilihat, didengar, maupun yang dirasakan.
  2. Deskripsi Objektif: teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek apa adanya tanpa tambahan opini atau pendapat penulis.
  3. Deskripsi Spasial: teks deskriptif yang hanya menggambarkan objek dari sudut pandang ruang dan waktu. Contohnya mendeskripsikan tempat, ruangan, atau suatu benda.

Contoh Teks Deskripsi Objektif:

Ayah, Panutanku

Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India.

Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaannya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.

Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

Sumber Teks: Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII untuk SMP/MTs Kelas VII (Buku K13)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top