TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN

Bahasa Indonesia Kelas IX

Apakah di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kalian pernah melakukan suatu praktik percobaan ilmiah? Misalnya membuktikan adanya amilum sebagai hasil fotosistesis? Pernahkah kamu melakukan percobaan membuat pelangi? Jika kamu pernah melakukan beberapa kegiatan serupa, maka kamu siap belajar tentang teks laporan percobaan.

PENGERTIAN DAN TUJUAN TEKS LAPORAN PERCOBAAN

Menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/, laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan sedangkan percobaan adalah usaha hendak berbuat atau melakukan sesuatu; dalam keadaan dicoba (diuji); hal mencoba. Percobaan sendiri identik dengan eksperimen yang menurut KBBI berarti percobaan yang bersistem dan berencana (untuk membuktikan kebenaran suatu teori dan sebagainya). Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahawa teks laporan percobaan adalah teks yang melaporkan hasil percobaan ilmiah untuk membuktikan kebenaran suatu teori. Teks laporan percobaan disebut juga teks laporan eksperimen. Orang yang melakukan percobaan disebut peneliti.

Kalian jangan keliru membedakan teks laporan percobaan dengan teks laporan hasil observasi, ya! Teks laporan percobaan harus melakukan langkah-langkah eksperimen sedangkan teks laporan hasil observasi tidak melakukan langkah-langkah eksperimen. Teks laporan hasil observasi dibuat berdasarkan pengamatan pancaindera namun untuk objek-objek umum. Laporan percobaan biasanya diguankan untuk melaporkan hasil eksperimen, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Di kelas VIII, kalian pernah membuatnya, bukan?

Teks laporan percobaan sendiri bertujuan untuk memberikan informasi tentang hasil percobaan yang telah dibuat. Laporan ini sebagai bentuk tanggung jawab atas eksperimen yang telah dilakukan. Karena sudah diuji coba, maka informasi dalam teks laporan percobaan disusun berdasarkan fakta, sehingga bisa menjadi sumber yang akurat dan terpercaya. Selain itu, sebuah laporan percobaan menjadi alat untuk mendokumentasikan kegiatan eksperimen.

CIRI-CIRI TEKS LAPORAN PERCOBAAN

Teks laporan percobaan tentu memiliki ciri yang membedakan dengan jenis teks lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari laporan percobaan:

  1. Melaporkan hasil percobaan/eksperimen
  2. Menguji atau membuktikan sesuatu
  3. Pembahasannya bersifat objektif
  4. Yang disampaikan berupa fakta, bukan opini
  5. Disusun secara sistematis dan lengkap
  6. Membutuhkan alat atau bahan percobaan
  7. Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan
  8. Memaparkan hasil yang muncul dalam percobaan
  9. Menganalisis hasil percobaan
  10. Menggunakan bahasa baku dan ilmiah

STRUKTUR TEKS LAPORAN PERCOBAAN

Seperti teks lainnya, teks laporan percobaan juga memiliki susunan strukturnya. Berikut struktur teks laporan percobaan yang paling sederhana terdiri atas judul, tujuan, alat dan bahan, langkah-langkah, hasil percobaan dan simpulan.

Struktur di atas masih tergolong sederhana. Untuk beberapa keperluan misalnya Karya Ilmiah, susunan laporan percobaan lebih kompleks . Berikut ini penjelasan struktur teks laporan percobaan.

  1. Judul: Jika dianalogikan, udul adalah muka atau pintu masuk dari sebuah teks laporan percobaan. Judul harus memperlihatkan fakta yang ingin diungkapkan, jelas, positif, singkat, khas, serta mampu menampilkan kata kunci.
  2. Latar Belakang Penelitian: Dalam bagian ini, dipaparkan betapa pentingnya percobaan tersebut harus dilakukan. Biasanya disajikan dalam bentuk paragraf-paragraf.
  3. Rumusan Masalah: dipaparkan pertanyaan yang akan dijawab melalui proses dan hasil percobaan yang akan dilakukan. Rumusan masalah berbentuk kalimat tanya.
  4. Tujuan: menjelaskan mengapa laporan percobaan atau kegiatan percobaan dilakukan, apa yang dibuktikan, atau hasil akhir apa yang diharapkan.
  5. Landasan Teori/Kajian Pustaka: berisi penjelasan teori yang akan dipakai untuk melakukan percobaan. Kajian teori dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam melakukan percobaan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Teori yang dijabarkan bukanlah karangan dan pendapat pribadi tetapi adalah teori yang sudah ada. Untuk memasukkan teori, kalian bisa mencari dari berbagai sumber referensi, misalnya buku, artikel ilmiah, koran, dan lain-lain. Pastikan sumber teorinya terpercaya dan jangan lupa menyertakan sumber teorinya agar tidak melakukan plagiarisme. Sumber teori disertakan dalam Daftar Pustaka.
  6. Alat dan bahan: berupa daftar alat dan daftar bahan yang akan digunakan. Tulisan yang memang benar digunakan pada percobaan.
  7. Langkah-langkah: bagian ini harus mendeskripsikan secara rinci langkah-langkah percobaan yang dilakukan. Hindari menggunakan kalimat yang berbelit dalam menjelaskan proses percobaan.
  8. Hasil percobaan: Saat melakukan langkah-langkah percobaan, harus selalu mengamati perubahan yang terjadi atau hal apa yang muncul. Semua yang teramati dengan pancaindera harus didokumentasikan dengan cara dicatat, difoto, atau divideo. Biasanya, hasil percobaan disajikan dalam bentuk tabel.
  9. Pembahasan: Hasil dalam teks laporan percobaan dianalisis sesuai dengan kajian teori. Apakah hasilnya sesuai dengan teori? Jika percobaan berhasil dan sesuai dengan teori, harus dijelaskan sebab dan akibatnya berdasarkan langkah percobaan dan hasil percobaan. Apabila percobaan gagal, harus dijelaskan faktor penyebab kegagalannya.
  10. Simpulan: simpulan adalah gagasan akhir dari keseluruhan rangkaian percobaan yang sudah dilakukan. Simpulan dapat berupa jawaban dari hipotesis (dugaan sementara) sebelum melakukan percobaan. Apakah hasil percobaan dapat menjawab atau membuktikan teori yang disampaikan dalam tujuan ataukah tidak berhasil menjawabnya. Simpulan biasanya disajikan secara ringkas. Jika lebih dari satu, disebutkan dalam daftar poin-poin penting.

Daftar Pustaka: berisi daftar rujukan/sumber referensi yang digunakan dalam percobaan ini.

KAIDAH KEBAHASAAN LAPORAN PERCOBAAN

Sebagai salah satu karya ilmiah yang memaparkan kegiatan percobaan, bahasa dalam teks laporan percobaan memiliki ciri-ciri berikut ini.

  1. Banyak menggunakan kalimat kompleks, yaitu kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.
  2. Banyak menggunakan kata penghubung/konjungsi. ata hubung atau konjungsi itu adalah sebuah kata yang dapat menghubungkan dua kata, dua frasa, dua kalimat, maupun dua paragraf yang berbeda. Contohnya dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dan lainnya.
  3. Banyak menggunakan kata rujukan. Kata rujuan adalah kata yang mengacu tentang sumber yang digunakan untuk mendapatkan keterangan. Contohnya ia, dia, ini, itu, tersebut, di sana, di sini, di situ dan lainnya.
  4. Banyak menggunakan istilah teknis. kata atau gabungan kata yang khas dan bersinggungan dengan bidang tertentu.
  5. Banyak menggunakan sinonim dan antonim. Biasanya terdapat pada langkah-langkah percobaan dan pembahasan.
  6. Menggunakan kata bilangan. Biasanya untuk menunjukkan jumlah atau ukuran alat dan bahan yang digunakan.
  7. Menggunakan kalimat perintah yang ditandai dengan kata-kata perintah seperti sebaiknya, hindari, campurkan, satukan, aduklah, lilitkan, dan lainnya.

CONTOH LAPORAN PERCOBAAN

Laporan Percobaan Membuat Pelangi

Latar Belakang

Pelangi merupakan fenomena alam yang sangat menakjubkan, berbagai kisah misteri melekat dari fenomena ini. Banyak hal yang tidak bisa dimengerti oleh manusia tentang alam. Namun, tidak semua proses alami yang terjadi tidak bisa kita buktikan prosesnya, seperti pelangi.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari percobaan ini adalah:

  1. Bagaimana pelangi terbentuk?
  2. Apa saja faktor pendukung terbentuknya pelangi?
  3. Bagaimana suatu proses sederhana bisa membuktikan terbentuknya pelangi?

Tujuan

  1. Menyajikan penjelasan lengkap tentang proses terbentuknya pelangi.
  2. Menjabarkan faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya pelangi
  3. Memberikan pemahaman terkait proses terbentuknya pelangi.

Landasan Teori/Kajian Pustaka

Pelangi atau sering dikenal juga dengan sebutan bianglala adalah suatu gejala optik dan meteorologi berupa cahaya. Cara yang tampil beraneka warna, serta saling sejajar yang tampak indah di atas langit atau media (medium) lainnya. Ketika terbentuk, pelangi tampak sebagai busur cahaya, melengkung sempurna yang kedua ujungnya mengarah pada horizon.

Metode Penelitian

Alat dan Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:

  1. Kaca
  2. Air
  3. Kaca
  4. Baskom
  5. Kertas Putih/ Dinding
  6. Senter/ Lampu HP

Cara Kerja

  1. Letakkan baskom yang sudah diisi setengah air putih.
  2. Masukkan kaca di dalamnya, posisikan secara miring
  3. Sorot kaca menggunakan senter, arahkan pantulan cahaya senter pada dinding atau kertas yang sudah dipersiapkan
  4. Lihat dan perhatikan pelangi buatan kalian akan keluar, jika kalian menggunakan berbagai enggle/ arah pemberian cahaya.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Kesempurnaan pelangi yang keluar berdasarkan arah cahaya atau sumber cahaya yang menyinarinya, dimana jika sumber cahaya dari depan dan masuk sempurna ke dalam cermin, maka hasilnya akan sempurna.

Pembahasan

Ketika cahaya masuk ke dalam air maka terjadilah pembiasan yang membentuk warna-warna yang disebut pelangi.

Kesimpulan

Pembiasan sinar matahari pada tetesan air (hujan), kemudian terjadi pembengkokan sedemikian rupa, sehingga terjadilah pemisahan warna cahaya. Warna awal hanya berwarna putih, tapi pada proses pemisahan itu terjadi perubahan menjadi warna pelangi (mejikuhibiniu), yaitu: merah, jingga, kuning

hijau, biru, nila, ungu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top